Stand Our Ground :: Punk Rock-A-Billy From Semarang



I.         BIOGRAFI
Stand Our Ground (SOG) merupakan sebuah band dari Semarang yang mengusung aliran punk rockabilly. Band ini dibentuk pada bulan Juni tahun 2011, dengan formasi Muhammad Agung Arroyan (Bass/Lead Vox), Julio Eko Setiawan (Rhytm Guitar/Vox), Setiana Bayu Aji (Lead Guitar), dan Yasir Amri Prayoga (Drum). Kami yang merupakan anak perantauan secara kebetulan bertemu di kota, instansi pendidikan dan bumi yang sama, thx god for unites us. Melalui semangat dalam berkarya, kami sepakat untuk lebih serius dalam bermusik. Nama Stand Our Ground (SOG) yang bagi kami memiliki makna bahwa “siapapun kamu, sekecil apapun kamu, bertarunglah hadapi dunia yang sombong ini!!”. Akan selalu ada hati yang besar dalam ketidaksempurnaan ini. Yups, dengan moto dari kami yaitu “walk with pride, fight with style, dance like a retard, sing like never before”. Berusaha dan tak kenal menyerah karena dengan semangat itulah SOG ada. Rockabilly merupakan suatu kebanggan bagi kami, style yang elegan selalu menemani perjuangan dari kami. Perpaduan skill yang terbatas dengan attitude yang bisa dibilang sok seperti “anak punk”, kami berani untuk mengekspresikannya sebagai bentuk perlawanan. Pada awalnya kami sering membawakan lagu-lagu dari Superman Is Dead, Devildice, Superglad, Social Distortion, dan Johnny Cash. Mereka merupakan influences yang sangat menginspirasi kita. Single pertama dari kami yaitu Brightest Side of My Heart, sebuah balada riang untuk seorang perempuan, if you want to reveal your felling to your lady, so listen it. Ada beberapa lagu lainnya yaitu Bhineka Tinggal Duka, dan Wisdom Tree. Kami hanya ingin mengekspresikan ide-ide kami lewat lagu, bukan untuk menjual pemikiran-pemikiran kami kepada khalayak. Bagi kami, keringat yang keluar dari hasil membuat karya sendiri itu merupakan keindahan tersendiri. Banyak cara untuk membuat sebuah band yang hebat, tapi kami hanyalah seorang anak muda yang hanya ingin meluapkan emosi kami melalui musik yang sederhana tapi bermakna. Kalaupun menjadi sampah, kami adalah sampah yang bisa didaur ulang J.


Cheers N’ Lets boogie woogie

II.      GENRE
Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa kami memainkan musik yang bergenre punk-rockabilly. Kenapa kami memilih jalur punk-rockabilly? Simple, rockabilly merupakan salah satu gaya paling awal dan paling berpengaruh dalam musik rock n roll, gaya musik rockabilly yang elegan dan mempesona membuat kami merasa jatuh cinta dengan genre ini. Musik yang sederhana dengan dibalut gaya retro tahun 50-an, sudah menjadi sub-culture tersendiri. Keberadaan kami bukan hanya sekedar untuk meramai eksistensi rockabilly di Indonesia, tetapi juga ingin membuktikan, bahwa musik yang kami mainkan juga dapat memberikan inspirasi untuk para penikmat musik di Indonesia. Beberapa musisi baik dalam maupun luar yang telah menginspirasi kami diantaranya; Superman Is Dead, Devildice, Superglad, Social Distortion, dan king of rockabilly bagi kami “grand pa” Johnny Cash.

III.   VISI DAN MISI
Kehadiran Stand Our Ground (SOG) tentunya bukan semata-mata hanya untuk meramaikan musik di Indonesia. Sebagaimana moto dari kami “walk with pride, fight with style, dance like a retard, sing like never before”, kami terlahir untuk menuangkan ide-ide/karya-karya dalam bentuk musik yang tentunya sebagai bentuk penghormatan kami pada ketidaksempurnaan yang kami miliki dan juga sebagai perlawanan atas pembodohan terhadap diri kami. Dengan tidak mengabaikan kuantitas dan kualitas dari musik kami, harapan besar bagi kami agar musik kami juga dapat diterima masyarakat umum.

IV.   PERSONIL
Sejatinya kami bukanlah orang asli dari Semarang, tetapi kami telah dipertemukan dan dipersatukan di bumi atlas. Tetapi kami berterimakasih pada Semarang, karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mendirikan Stand Our Ground (SOG). We proud be a part of Semarang city. Stand Our Ground (SOG) are :

1.    Muhammad Agung Arroyan (Bass/Lead Vox)

Pemuda berusia 22 tahun ini berasal dari Bogor, Jawa Barat. Walaupun masih dalam tahap belajar dalam bermain bass, tetapi kualitas dia tidak diragukan lagi untuk berkembang lebih baik. Dengan tipe suaranya yang khas, lagu-lagu dari kami tentunya akan lebih mudah dikenali






2.    Julio Eko Setiawan (Rhtym/Vox)
Kelahiran Serang, Banten 22 tahun yang lalu. Dialah pendiri dari Stand Our Ground. Sebelum memegang rhtym, dia adalah penabuh drum untuk Stand Our Ground, sebelum akhirnya datang personil baru yaitu Yasir Amrie Prayoga. Dia mengisi drum dan rhtym pada lagu “brightest side of my heart”. Perminan gitarnya pun tak kalah hebat ketika dulu masih menabuh drum.



3.    Setiana Bayu Aji (Lead Guitar)
Lead guitar dan juga songwriter kami. Anak muda kelahiran 23 tahun yang lalu dari Cirebon, Jawa Barat. Untuk urusan permainan gitar, kami tidak meragukannya. Tenang tapi menusuk, seperti itulah kira-kira.






    4. Yasir Amrie Prayoga (Drum Kick)
Personil yang paling muda diantara yang lainnya. Berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Menabuh drum sejak masih SMA, dengan semangat bermusiknya, tak salah kami menunjuk dia untuk mengisi posisi drum di Stand Our Ground.





Pada intinya personil dari Stand Our Ground mempunyai karakter masing-masing, kami menikmati apa yang telah kami punya untuk membesarkan nama Stand Our Ground dan kami bangga terhadap kemampuan diri kami sendiri.

V.      CONTACT
Adapun bagi pihak-pihak terkait, apabila ingin mengetahui informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami melalui :
Twitter     : www.twitter.com/stndourgrnd
E-mail       : stndourgrnd@yahoo.co.id
Telp          : 085726965587

Komentar