Basah! Pohoda Festival 2017 Digoyang The Hydrant

The Hydrant menghentak panggung Pohoda Festival 2017 dan sukses membuat para penonton bergoyang.


Foto: erick est


Setelah Viva Las Vegas di bulan April 2016, The Hydrant kembali mendapat panggungnya di festival musik berkelas internasional di pertengahan 2017 ini. Pohoda Festival, Slovakia dan Mighty Sounds, Ceko.

7 Juli lalu, melalui Official Instagram @thehydrantbali , tampak panggung di Pohoda Festival begitu ramai dengan aksi dari Pompadour Four. The Hydrant menggunakan kostum mereka ketika di Viva Las Vegas sebelumnya. Identik dengan hitam dan terdapat rumbai-rumbai khas disetiap sudut, mirip dengan beberapa aksesoris yang sering digunakan dalam barongan Bali atau Jawa. Kabarnya, The Hydrant membuat sendiri kostum unik tersebut.
Penampilan The Hydrant terbukti mampu menarik banyak penonton. Bahkan ketika mendendangkan lagu jalan-jalan, tampak 2 gadis Slovakia naik ke atas panggung dan berjoget bersama.  Sebelumnya dalam beberapa kesempatan sebelum naik panggung, The Hydrant juga melakukan aksi ngamen di sekitaran arena Pohoda Festival. Dan diluar dugaan, banyak dari pengunjung festival yang tertarik oleh aksi dari kuartet Rockabilly asal Bali ini. Dari foto yang dibagikan di Instagram The Hydrant, mungkin ada sekitar 400-500 orang yang ada didepan Orange Stage, panggung terbesar kedua di Pohoda 2017. The Jesus & Mary Chain serta Slowdive juga tampil di panggung ini. Di penghujung konser, Marshello mengajak para penotonton untuk meneriakkan orasi 'Bali Tolak Reklamasi'.  Dan wow, tampak para penonton begitu antusias dan mengikuti orasi yang Marshello teriakkan. Aksi panggung mereka pun diakhiri dengan sesi foto membentangkan kaos BTR (bali tolak reklamasi) diatas Orange Stage Pohoda Festival 2017, dengan latar para pengunjung yang mengepalkan tangan sebagai simbol dukungan.
Pohoda Festival sendiri, tahun ini berusia 20 Tahun. Dengan 30 ribu pengunjung yang sebelumnya datang di 2016, Pohoda masuk dalam kategori 10 besar festival musik Eropa. Dulunya, arena pohoda adalah bandara yang sudah tidak terpakai. Setelah membeli tiket festival, pengunjung dapat menggunakan seluruh fasilitas yang ada di luasnya arena Pohoda. Makan, Minum, menonton seluruh konser, bersepeda keliling arena dan fasilitas-fasilitas lainnya. The Hydrant pernah menginjakkan kaki di Pohoda sebelumnya pada 2009. Tahun ini, selain beberapa sponsor dari lokal Bali, ada Super Music-id yang ikut mendukung The Hydrant dalam Tour Eropa. Hal ini cukup menggembirakan, dimana ada sponsor yang lumayan besar dibalik perjalanan grup musik indie seperti The Hydrant. Belum lagi, seperti diketahui The Hydrant juga aktif dalam kampanye menolak Reklamasi Teluk Benoa, Bali yang dicanangkan pemerintah sejak 5 tahun lampau Juli lalu, melalui Official Instagram @thehydrantbali , tampak panggung di Pohoda Festival begitu ramai dengan aksi dari Pompadour Four. The Hydrant menggunakan kostum mereka ketika di Viva Las Vegas sebelumnya. Identik dengan hitam dan terdapat rumbai-rumbai khas disetiap sudut, mirip dengan beberapa aksesoris yang sering digunakan dalam barongan Bali atau Jawa. Kabarnya, The Hydrant membuat sendiri kostum unik tersebut.
Penampilan The Hydrant terbukti mampu menarik banyak penonton. Bahkan ketika mendendangkan lagu jalan-jalan, tampak 2 gadis Slovakia naik ke atas panggung dan berjoget bersama.  Sebelumnya dalam beberapa kesempatan sebelum naik panggung, The Hydrant juga melakukan aksi ngamen di sekitaran arena Pohoda Festival. Dan diluar dugaan, banyak dari pengunjung festival yang tertarik oleh aksi dari kuartet Rockabilly asal Bali ini. Dari foto yang dibagikan di Instagram The Hydrant, mungkin ada sekitar 400-500 orang yang ada didepan Orange Stage, panggung terbesar kedua di Pohoda 2017. The Jesus & Mary Chain serta Slowdive juga tampil di panggung ini. Di penghujung konser, Marshello mengajak para penotonton untuk meneriakkan orasi 'Bali Tolak Reklamasi'.  Dan wow, tampak para penonton begitu antusias dan mengikuti orasi yang Marshello teriakkan. Aksi panggung mereka pun diakhiri dengan sesi foto membentangkan kaos BTR (bali tolak reklamasi) diatas Orange Stage Pohoda Festival 2017, dengan latar para pengunjung yang mengepalkan tangan sebagai simbol dukungan.
Pohoda Festival sendiri, tahun ini berusia 20 Tahun. Dengan 30 ribu pengunjung yang sebelumnya datang di 2016, Pohoda masuk dalam kategori 10 besar festival musik Eropa. Dulunya, arena pohoda adalah bandara yang sudah tidak terpakai. Setelah membeli tiket festival, pengunjung dapat menggunakan seluruh fasilitas yang ada di luasnya arena Pohoda. Makan, Minum, menonton seluruh konser, bersepeda keliling arena dan fasilitas-fasilitas lainnya. The Hydrant pernah menginjakkan kaki di Pohoda sebelumnya pada 2009. Tahun ini, selain beberapa sponsor dari lokal Bali, ada Super Music-id yang ikut mendukung The Hydrant dalam Tour Eropa. Hal ini cukup menggembirakan, dimana ada sponsor yang lumayan besar dibalik perjalanan grup musik indie seperti The Hydrant. Belum lagi, seperti diketahui The Hydrant juga aktif dalam kampanye menolak Reklamasi Teluk Benoa, Bali yang dicanangkan pemerintah sejak 5 tahun lampau.


Komentar